Selamat datang di website KronikAku, Hubungi Kami jika ada keperluan kerjasama. Kunjungi halaman Virtual Museum untuk menjelajah ke museum favoritmu!

Bermain Benteng dalam Pembelajaran Sejarah



Siapa yang tahu tentang permainan Benteng? Benteng atau Bentengan adalah nama salah satu permainan tradisional favorit anak-anak Indonesia. Dari Aceh sampai dengan Papua, semua mengenal jenis permainan tersebut. Semua anak Indonesia dari generasi ke generasi menyukai permainan ini. 

Permainan strategi tanpa biaya ini sangat digemari karena kemudahan dan keseruan dalam memainkannya. Permainan seru ini menempatkan dua kubu saling memainkan strategi untuk mempertahankan benteng mereka masing-masing dan sekaligus strategi menyerang benteng lawan. Kedua kubu saling serang dan mencari kelemahan dari kubu lawan.

Permainan Benteng bisa jadi mulai jarang dimainkan untuk anak-anak sekarang. Anak milenial, sebutan untuk generasi kelahiran tahun 2000an, barangkali hanya beberapa yang pernah memainkannya. Anak-anak yang pernah memainkannya ini, barangkali juga termasuk anak yang masih hidup di pinggiran kota atau pedalaman suatu daerah. 

Anak milenial sudah kecanduan dengan permainan yang bisa mereka dapatkan dari gawai yang mereka miliki. Permainan modern melalui Hand Phone (HP) dianggap lebih menarik ketimbang permainan tradisional yang dimainkan di zaman orang tuanya kecil. 

Namun, anggapan tersebut rasanya perlu ditangguhkan. Anak-anak milenial tidak memainkan permainan tradional bisa jadi karena lingkungan yang membentuknya, yakni teknologi. Permainan tradisional sejatinya sama serunya jika dibandingkan permainan modern. 

Banyak manfaat yang didapatkan dari permainan tradisional yang tidak didapatkan dari permainan modern. Misalnya, permainan tradisional banyak memainkan peran fisik, selain otak untuk strategi yang juga diperlukan. Artinya kita harus setuju bahwa permainan tradisional mampu menyehatkan otak dan fisik. Hal ini yang tidak bisa didapatkan dari permainan modern yang hanya bermodalkan otak.

Pembelajaran Sejarah yang seru tidak melulu harus menggunakan perkembangan teknologi yang menjadi teman dari kehidupan anak milenial sehari-hari. Ada kalanya guru juga perlu mencoba mengembalikan jiwa fun anak milenial pada kehidupan mereka termasuk di pembelajaran Sejarah. Penulis mencoba inovasi pembelajaran Sejarah dengan memainkan permainan tradisional Benteng ini. 

Berikut penulis jabarkan bagaimana langkah-langkah Bermain Benteng dalam Pembelajaran Sejarah:

1. Sebelum mengajar menggunakan metode ini, pastikan guru dapat memahami sekilas permainan Benteng di Youtube, atau dapat melihat video praktek mengajar penulis tentang Bermain Benteng dalam Pembelajaran Sejarah.

2. Tentukan tema atau bab yang akan diajarkan dengan menggunakan permainan Benteng ini.

3. Memulai pembelajaran dengan kegiatan pembuka seperti salam, doa, mengecek kehadiran siswa, serta kebersihan kelas sebagai bentuk kepedulian guru dan siswa terhadap lingkungan.

4. Metode Benteng ini tidak serta merta langsung dimainkan di lapangan atau aula, namun menggabungkan dengan kegiatan apersepsi di kelas terlebih dahulu. Hal ini dianggap perlu sebab ketika anak sudah berada di lapangan ataupun aula, suasana gaduh tak terelakkan. Maka, langkah ini kiranya perlu dilaksanakan demi tersampaikan apersepsi dan aturan permainannya dengan baik.

5. Guru menyiapkan buku sumber anak sebagai apersepsi dan langkah awal merangsang siswa untuk belajar. Langkah ini akan menunjang langkah dalam pembelajaran menggunakan permainan Benteng tersebut.

6. Guru dapat memaksimalkan media proyektor dan LCD di kelas agar tujuan pembelajaran melalui media powerpoint bisa tersampaikan dengan baik. Selain itu, aturan permainan Benteng juga nanti akan diterangkan melalui media tersebut. Penulis sudah membagikan file PPT panduan mengajar menggunakan media ini.

7. Guru menghubungkan pembelajaran minggu lalu dengan pembelajaran hari saat menggunakan permainan Benteng. Keterhubungan ini menjadi penyadar siswa apa yang sudah dipelajari sebelumnya dan mengaitkannya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

8. Guru bersama siswa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk meningkatkan jiwa nasionalisme siswa. Terkhusus pembelajaran Sejarah atau PKn misalnya, hal ini menjadi keharusan mengingat makna mata pelajaran tersebut dalam kurikulum kita.

9. Guru juga harus menyampaikan KI, KD, dan IPK (menyesuaikan kurikulum) sesuai dengan materi yang akan diajarkan. 

10. Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan diwujudkan dalam pembelajaran ini. Walaupun belajar sambil bermain, tujuan pembelajaran juga harus disadari siswa dan disepakati bersama antara guru dan siswa untuk menjadi komitmen yang harus diwujudkan di akhir pembelajaran.

11. Metode dan media pembelajaran juga harus disampaikan di awal sebelum pembelajaran dimulai. Hal ini sebagai perangsang dan penyemangat siswa dalam melaksanakan pembelajaran yang telah direncanakan. Guru dapat merangsang siswa-siswa untuk menjabarkan tentang permainan Benteng yang siswa ketahui. Interaksi ini dirasa penting untuk menunjukkan semangat siswa saat permainan Benteng nantinya. 

12. Apersepsi menggunakan gambar atau video dapat disampaikan setelahnya, sehingga anak terangsang untuk lebih dalam mempelajari bab atau materi yang akan dilaksanakan. Apersepsi menggunakan video sebaiknya tidak berdurasi lama. Sebaiknya tidak lebih dari 5 menit saja. Mengingat fungsinya sebagai apersepsi.

13. Guru membagi kelompok sesuai kebutuhan. Penulis menyarankan setiap kelompok diisi maksimal 6 orang.  Jumlah kelompok sebaiknya tidak terlalu banyak, jadi setiap kelompok dimaksimalkan jumlahnya supaya permainan Benteng bisa berjalan dengan maksimal. Misalnya ada 24 siswa dalam satu kelas, maka kelompok dibagi menjadi 4 dan setiap kelompok terdiri dari 6. Enam siswa pada setiap kelompok akan dibagi tugas menjadi saksi 1 orang, 1 penjaga Benteng, dan 4 menjadi penyerang.

14. Tahap berikutnya guru menginstruksi semua siswa untuk membaca selama 15 menit materi yang sudah ditentukan guru. Tahap ini menjadi tahap awal dalam permainan Benteng. Selain membaca materi, siswa diwajibkan untuk membuat 2 pasang pertanyaan dan jawaban sesuai dengan materi. Masing-masing bagian baik pertanyaan dan jawaban ditulis di kertas kecil. Langkah penting berikutnya adalah menandai setiap pasangan pertanyaan dan jawaban dengan urutan dan kode setiap kelompok. Misalnya Ani membuat 1 pasang pertanyaan dan jawaban berkode A1. Ani menuliskannya kode tersebut baik di kertas pertanyaan dan kertas jawaban yang sepasang tadi. A untuk merujuk pada kelompok A dan 1 merujuk pada urutan pasangan pertanyaan dan jawaban. Jika satu kelompok ada 6 anggota maka akan  ditampilkan A1, A2, A3, A4, A5, dan A6. Penulis akan gambarkan konsepnya di bawah ini:



15.
Jika tahap sebelumnya sudah selesai, guru mengumpulkan alat permainan berupa pasangan pertanyaan dan jawaban yang sudah dibuat anak dengan tentunya mendapatkan pengawasan dan bimbingan guru saat kegiatan tersebut. 16. Guru bisa mempersiapkan arena permainan ini sebelumnya. Misalnya menggunakan lapangan atau aula sekolah. Pastikan aspek waktu menjadi perhatian penting untuk memilihnya. Jika pembelajaran di pagi sampai sebelum dhuhur, maka sebaiknya menggunakan lapangan dengan mempertimbangkan kegaduhan yang ditimbulkan agar tidak mengganggu kelas lain yang sedang belajar juga. Jika waktu pelaksanaan pembelajaran siang hari sampai sore maka sebaiknya menggunakan aula yang tertutup dari panas sinar matahari. 17. Tahap berikutnya harus disampaikan sistem permainan Benteng dan setelahnya langsung menuju lapangan untuk memainkan permainan Benteng dalam pembelajaran Sejarah. Penulis telah merangkumnya disertai gambar di bawah ini:


    Setiap permainan Benteng akan menempati formasi seperti gambar di atas. Langkah permainan ini menjadi penting sekali disampaikan untuk mengantisipasi kericuhan pada permainan anak. 

    Rincian permainanannya:

    a. Guru menyampaikan hadiah dan hukuman dalam pertandingan tersebut. Hadiah bagi pemenang dan hukuman bagi yang kalah.

    b. Satu kelas yang sudah dibagi menjadi 4 kelompok akan bergiliran bertanding. Guru bisa mengundi 2 kelompok yang akan bermain terlebih dahulu.

    c. Dua tim yang akan berhadapan langsung di semifinal dan 2 tim tersisa menjadi supporter atau pendukung tim yang akan bertanding. Pemenang kedua pertandingan nantinya akan bertemu di final untuk menentukan siapa juaranya.

    d. Setiap pertandingan memiliki waktu 10 menit untuk bersaing menjawab pertanyaan sebanyak mungkin dengan benar dan pemenang akan diraih oleh kelompok yang memiliki tawanan lebih banyak dari tim lawan. Tim harus berusaha menghindari habisnya personel agar Benteng tidak dikuasai lawan secara otomatis.

    e. Sebelum permainan dimulai, guru akan membagikan kertas pertanyaan yang sudah dibuat oleh kelompoknya. Kertas jawaban akan dipegang oleh saksi yang berada di sebelah guru atau juri sebagai pengambil keputusan benar atau salah.

    f. Saat permainan dimulai, 1 personel penyerang dari masing-masing tim akan lari mengambil kertas pertanyaan di tim lawan. Kemudian kembali ke kelompoknya untuk mendiskusikan jawaban dari kertas soal tersebut. 

    g. Tim berdiskusi menjawab pertanyaan dan menuliskan jawaban di kertas pertanyaan yang diambil tadi. Kemudian setelah dijawab, perwakilan tim tadi akan meneruskan ke guru atau juri didampingi oleh saksi dari pembuat pertanyaan dan langsung diputuskan benar atau salah.


    h. Jika benar, maka tim yang menjawab benar berhak menawan 1 personel serang dari lawan menuju tempat tawan kelompok penjawab benar tadi. Kesempatan ini menjadi strategi setiap kelompok. Kelompok yang cerdik akan memilih personel lawan yang pintar. Maka, penawanan tersebut akan memperlemah kekuatan lawan.  Di bawah ini ditunjukkan kelompok dan tawanannya.

    i. Jika salah, maka kesempatan menawan menjadi sebaliknya oleh tim pembuat soal kepada tim yang menjawab soal dengan salah tersebut. 

    j. Permainan akan berjalan dengan konsep seperti tersebut di atas sampai dengan waktu yang telah ditentukan yakni 10 menit. Waktu ini bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

    k. Setelah selesai permainan dengan waktu yang telah ditentukan, maka guru atau juri akan menghitung berapa jumlah tawanan di akhir pertandingan. Tim yang memiliki tawanan lebih banyak akan memenangkan sesi pertandingan tersebut.

    l. Setelah semifinal berjalan keduanya, kemudian dilanjutkan sesi final untuk menentukan juara permainan tersebut. Kemudian nantinya akan diberikan hadiah dan hukuman yang telah dijanjikan di awal. 

    18. Setelah permainan selesai, guru dan siswa melingkar dan bersama-sama mengapresiasi permainan yang telah dilaksanakan dengan gembira. 

    19. Kemudian, guru bersama siswa menyimpulkan dari pelaksanaan pembelajaran sejarah baik dari segi permainan maupun segi materi.



    20. Terakhir, guru mengakhiri pembelajaran dengan bersyukur dan berdoa bersama.

    Demikian di atas merupakan langkah-langkah pembelajaran Sejarah menggunakan media bermain Benteng. Penulis berharap tutorial atau sharing ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman guru sejawat untuk menerapkannya ke dalam kelas yang diajarkannya maupun mengkreasikan yang lain. Pembelajaran Sejarah adalah pembelajaran yang seringkali dianggap sebelah mata baik oleh siswa maupun guru di sekitarnya. Melalui permainan ini diharapkan mampu menghapus stigma sivitas akademika tentang pembelajaran Sejarah tersebut. Dan terakhir, penulis berpesan, bahwa apapun yang kita lakukan ini walaupun hal biasa namun dikemas dengan sesuatu yang tidak biasa maka akan menjadi hal yang luar biasa. Sebuah kepuasan tersendiri jika kita dapat membawa kebahagiaan bagi siswa kita dalam belajar Sejarah.

    Dalam tutorial atau sharing ini kiranya masih banyak kelemahan maka penulis memohon maaf dan memohon ampun kepada Allah. Dan jika terdapat kebenaran sesungguhnya adalah karena Allah SWT. Semoga keberkahan meliputi kita semua. Aamiin.
    Baca juga :

    Posting Komentar

    Cookie Consent
    We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
    Oops!
    It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
    Site is Blocked
    Sorry! This site is not available in your country.