Kisah CPNS Kemenag 2018 - Bagian 1



Assamualaikum kawan-kawan pejuang #CPNSKemenag2018 ...

Saya awali kisah mengikuti #CPNSKemenag2018 ini dengan menikmati secangkir kopi di kantor guru pada pagi hari di bulan September 2018. Di sela-sela mengajar setiap pagi sampai sore, saya ditemani secangkir kopi penghangat suasana. Aktivitas saya setiap hari mengajar di MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah. 

Pagi itu, saya dengar pengumuman #CPNSKemenag2018 telah rilis. Saya yang berasal dan masih ber-KTP di Pemalang, Jawa Tengah, mulai kalut mau mendaftar CPNS formasi Kemenag Jawa Tengah atau Bengkulu. 

Oiya, saya baru merantau hampir dua tahun di Bengkulu, jadi sering merasa rindu Jawa dengan suasananya. Kekalutan saya berakhir sementara dan saya putuskan untuk memilih Kemenag Bengkulu sebagai tambatan hati. Keputusan itu saya ambil karena faktor finansial, sudah dapat dibayangkan jika saya dan istri saat itu mengikuti #CPNSKemenag2018 akan pulang-pergi ke Jawa yang tentunya menguras finansial. 

Saya berjanji dalam hati seraya memanjatkan doa kepada Allah SWT, “Jika saya diterima pada #CPNSKemenag2018 Bengkulu, maka insyaAllah saya akan jadi orang Bengkulu dan mengabdi untuk Bengkulu maksimal 10 tahun atau lebih cepat jika memungkinkan hehehe, sebaliknya, jika saya tidak diterima #CPNSKemenag2018 Bengkulu maka saya akan kembali ke tanah kelahiran”.

Tahap Administrasi

Keputusan yang saya ambil saat itu membawa konsekuensi untuk mengikuti tahapan-tahapan dari panitia #CPNSKemenag2018. Tahap pertama adalah Seleksi Administrasi. Saat itu yang saya khawatirkan adalah ketersediaan berkas legalisir pendidikan terakhir, karena S1 saya di Universitas Negeri Semarang tentunya butuh effort untuk mengusahakannya. Nah untungnya bulan-bulan sebelum #CPNSKemenag2018 rilis pengumuman resmi, sudah ada isu akan diselenggarakannya #CPNSKemenag2018. Jadi, saya dan istri sudah prepare dengan melegalisir fotocopy ijazah terakhir kami dengan meminta tolong teman yang berada di Semarang. Alhamdulillah, soal berkas saya sudah tenang.

Pengumpulan berkas pada tahap seleksi administrasi berjalan dengan aman dan lancar, walaupun sempat kocar-kacir karena menyesuaikan arahan panitia berkaitan dengan berkas akreditasi maupun ijazah terakhirnya. 

Tiba saat pengumuman seleksi administrasi, sebelum hari H pengumuman tersebut, ada teman-teman saya yang mendaftar di Kemenag Jawa Tengah, sudah mendapatkan draft edaran berbentuk file excel yang tersebar melalui WA tentang hasil seleksi administrasi. Kekalutan mulai menjadi-jadi, ketika beberapa teman saya tidak lolos lantaran “lalai” dalam salah satu berkas yang dikirim. 

Kekalutan kami pun berakhir ketika pengumuman rilis dan nama saya dan istri lolos dalam tahap seleksi administasi. Alhamdulillah ... dan kami berhak untuk lanjut ke jenjang berikutnya yakni Seleksi Kompetensi Dasar.

Tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)

Tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ini adalah tahap yang paling menegangkan, karena pada beberapa berita baik di TV maupun media sosial, menyampaikan bahwa untuk tahap SKD CPNS 2018 ini banyak peserta tidak lolos nilai Passing Grade atau Ambang Batas yang ditentukan, yakni untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) minimal 75, Tes Intelegensi Umum (TIU) minimal 80, dan Tes Kompetensi Kepribadian (TKP) minimal 143. 

Banyak dari peserta di seluruh Indonesia tidak lolos di TKP-nya. Padahal TKP pada CPNS tahun-tahun sebelumnya merupakan makanan renyah nan asyik yang dilahap habis pertama saat memulai tes oleh banyak peserta. Namun uniknya CPNS 2018 untuk soal yang dianggap mudah justru menjadi penghalang utama. Ikhtiar saya saat itu adalah dengan menelusuri apa kendala TKP pada CPNS 2018.

Usaha saya mulai dengan menanyai teman-teman yang sudah lebih dulu tes. Usut punya usut, saya simpulkan bahwa soal pada CPNS 2018 tidak lagi berbentuk hafalan, melainkan mengarah kepada soal High Order Thinking Skill (HOTS). Jenis soal tersebut adalah pemahaman. Jadi, saya memutuskan untuk lebih banyak membaca dan memahami, ketimbang menghafal.

Ikhtiar kedua setelah menelurusi jenis soal SKD, saya fokuskan pada belajar memahami tiap materi dari ketiga jenis soal di SKD. Kemudian tak lupa untuk simulasi mengerjakan SKD dari buku latihan CPNS. Oiya, tes CPNS itu ibarat perang, jadi kita harus tahu betul medan perang yang akan kita hadapi. Tidak hanya itu, kita juga harus punya strategi dalam menaklukkan soal CPNS tersebut. Tentunya drill soal atau latihan berkali-kali menambah kemahiran kita menaklukkan soal. Lakukan simulasi berkali-kali layaknya mengerjakan SKD sungguhan.

Saya sudah melalui dua kali tes CPNS sebelumnya dan keduanya asal belajar dan tak jelas arah dan tujuannya, bahkan tanpa buku panduan. Pada CPNS 2018, saya menyadari satu hal penting yang terlewatkan selama ini bahwa “Buku latihan CPNS” itu adalah sebuah keharusan untuk dimiliki atau boleh pinjem deh hehehe, karena buku latihan CPNS seperti kitab suci yang akan menunjukkan kamu jalan yang benar yakni diterima CPNS, eyaaa haha. 

Setelah kita ketahui medan perang melalui buku, pertama kita harus tahu trik menaklukan soal. Saya akan membagikan Trik Pertama ini kepada pembaca, karena saya merasa punya tanggung jawab moril untuk berbagi hal ini hehehe.

Soal CPNS 2018 terdapat 100 soal dengan waktu 90 menit, artinya kamu harus menyelesaikan 1 soal dengan 54 detik, bayangkan sobat, tapi jangan panik dulu ya hehehe. Trik pertama adalah kerjakan soal yang kamu anggap mudah dulu. Jika menemui jenis soal yang sukar segera lewati dan cari jenis soal yang lain. Ketika belajar-pun kita harus bisa memilah-milih jenis soal yang mudah, sedang, dan sukar. 

Trik Kedua adalah penuhi ambang batas tiap bagian SKD. Maksudnya adalah setiap bagian punya ambang batas yang harus dipenuhi dulu tanpa menghabiskan seluruh soal pada bagian-bagian soal SKD. Prioritaskan dari TKP dulu yang secara kasat mata kita anggap mudah dan tidak beresiko karena sistem pen-skor-an tidak ada angka 0 namun mulai dari 1-5 poin. Misalkan jawaban salah pun kalian minimal mendapatkan skor 1. Kerjakan 30 soal dari total 35 soal TKP. Kemudian lari ke TWK dengan mengerjakan 20 dari 35 soal. Kemudian kerjakan 20 dari 30 soal TIU. Kemudian kembali ke TKP, habiskan soal sisa tadi. Lari ke TWK dan TIU cari soal yang paling mudah sampai yang paling susah dari sisa soal. Pastikan semua soal terjawab, karena tidak ada pengurangan skor jika salah dalam menjawab. Perhitungan jumlah soal di atas mengikuti aturan ambang batas di CPNS 2018 ya, jika kalian ikuti di tahun-tahun berikutnya tinggal menyesuaikan saja.

Trik Ketiga ini merupakan ikhtiar yang tak nampak tapi berpengaruh besar dalam proses dan hasil, yakni amal ibadah, asek. Mulai rutinkan sholat tahajud dan dhuha serta sedekah. Walaupun biasanya jarang-jarang hehe. Tak mengapa kita terkesan datang ke Allah hanya saat butuh saja, daripada butuh tapi tidak datang untuk meminta, sombong itu namanya.

Kali ini saya akan menceritakan Kisah Perjuangan mengikuti SKD di BKD Bengkulu. Pagi itu, Selasa, 13 November 2018, Bengkulu sedang hujan deras. Perjuangan kami saat itu luar biasa karena perjalanan dari tempat tinggal (MAN IC Bengkulu Tengah) menuju BKD berjarak 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan motor ditambah ditemani hujan deras, nikmat. Saya dan istri memakai jas hujan, dan nikmatnya, istri saat itu sedang hamil 6 bulan, perut sudah membesar, jadi kebayang kan naik motor saat hujan, kami sangat berhati-hati. Kami sengaja tidak memakai seragam hitam putih dulu karena takut basah. 

Sesampainya di BKD Bengkulu, kami memasuki parkiran pun aduhai nikmatnya, jalan masih tanah liat, kebayang hujan deras mengguyur tanah liat dan kami “dipaksa” melewati jalan tersebut untuk memasuki BKD, sungguh amat berhati-hati, karena sudah banyak motor yang terpeleset. Kami tak pernah berpikir itu akan berkesan setelah semuanya berakhir dengan manis seperti saat ini, asek. Ternyata butuh keikhlasan dan tentunya sejalan dengan jargon Kemenag “Ikhlas Beramal” haha, keikhlasan menjalani tes dari awal sampai akhir itu penting sekali, sekali lagi itu penting sekali, karena keikhlasan membawa kepada keberiringan Allah membimbing langkah kami. Kemudian kami menuju toilet yang disediakan oleh BKD untuk mengganti baju basah kami dengan seragam hitam putih sesuai arahan panitia. 

Saya saat itu ikut sesi III tepat jam 12.00 WIB, sedangkan istri sesi II jam 10.00 WIB. Penantianku menunggu giliran dan sambil memantau progres nilai istri di LCD yang disediakan oleh panitia, sekaligus ditemani hujan deras nan menyejukkan. Tiba giliran saya, istri keluar dan meluapkan rasa puas dan leganya telah melewati tes walaupun belum memenuhi ambang batas. Istri memberi dorongan moril ke saya, dengan mengatakan “ayo mas, kamu pasti bisa, soalnya bisa dinalar, insyaAllah kamu bisa!”. Saya pun senang mendapatkan suntikan motivasi dari orang terkasih haha.

Saat saya memasuki ruangan tes, mulai muncul rasa gelisah, panik, terbayang kata-kata teman, bahwa soalnya lebih susah dari prediksi soal di buku. Ketika masuk dan duduk, kita para peserta dibebaskan memilih kursi, kecuali kursi yang paling belakang, kursi yang nyaman dan dekat dengan toilet itu memang khusus ibu hamil hehe. Saya tau karena istri mendapatkan perlakuan yang luar biasa istimewa pada CPNS 2018 ini. Terima kasih panitia CPNS 2018 hehe. Saya pilih kursi dan mendengarkan sambutan sekaligus pengarahan dari panitia.

Kemudian kami diarahkan untuk login. Sempat tidak fokus di 5 menit pertama mengerjakan gegara panitia masih memberi pengarahan pada peserta di posisi lajur sebelah kanan saya secara bergantian. Kemudian saya berdoa sebelum memulai karena saya meyakini itu sebagai modal sebelum tes agar dipermudah dalam mengerjakan. Alhamdulillah kembali tenang dan siap baku hantam mengerjakan SKD.

Setelah beberapa lama berjalan, sekitar 60 menit-an, peserta sebelah saya persis mengerjakan dengan cepat sekali tanpa kosong di bilah jawabannya. Saya sempat panik dengan hal tersebut lantaran perolehan pengerjaan saya masih sedikit dan bolong-bolong di bilah jawabannya. Saat itu pula saya mensugesti diri bahwa “cepat itu belum tentu baik hasilnya”, mencoba menenangkan hati yang sempat terkejut dan panik. Bermodal yakin saya pasti lolos nilai ambang batas, pelan tapi pasti saya terapkan trik yang saya rencanakan dari awal. 

Tiba saatnya untuk meng-klik tombol selesai, walaupun saya menyadari masih ada beberapa soal matematika di bagian TIU yang saya sisakan terakhir, belum juga menemukan jawabannya. Terus terang, soal matematika yang membuat jengkel lantaran sudah dicoba untuk dikerjakan namun tak kunjung ketemu jawabannya, maka akhirnya saya memakai metode “asal tapi pasti”, yakni dengan memilih salah satu jawaban dari pilihan yang hampir sama. Saya pikir itu adalah urusan Allah apakah memutuskan benar atau tidak dan apakah mempengaruhi lolos atau tidaknya, sehingga saya pun pasrah dan memberanikan diri untuk meng-klik tombol selesai. 

Dan taraaaaaa .... yang saya lirik terlebih dahulu adalah hasil TKP, dan ternyata alhamdulillah lolos nilai ambang batas. Skor saya saat itu TWK 90, TIU 105, dan TKP 151. Total skor adalah 346. Dan sejak muncul nilai tersebut, wajah saya berasa bercahaya ketika keluar ruangan untuk menemui istri haha. Demikian cerita tentang SKD, cerita bersambung ke tahap SKB ya.


Posting Komentar