Kronologi, Periodisasi, Diakronik, dan Sinkronik | Sejarah Kelas X

Konsep Sejarah: Kronologi, Periodisasi, Diakronik, dan Sinkronik; serta Perbedaan Empat Konsep Sejarah.


Mengapa kita tidak cukup menghafal tanggal ketika mempelajari sejarah? Karena memahami sejarah juga membutuhkan kemampuan menyusun urutan peristiwa, membagi masa sejarah, serta melihat proses dan berbagai aspek kehidupan pada suatu periode.

Empat konsep yang membantu kita melakukannya adalah kronologi, periodisasi, diakronik, dan sinkronik. Meskipun saling berkaitan, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Kronologi: Menyusun Peristiwa Berdasarkan Waktu

Kronologi adalah penyusunan peristiwa berdasarkan urutan waktu terjadinya. Dengan kronologi, kita dapat memahami peristiwa mana yang berlangsung lebih dahulu dan bagaimana hubungan urutannya.

Perhatikan rangkaian peristiwa menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia:

  • 15 Agustus 1945: Jepang menyerah kepada Sekutu.
  • 16 Agustus 1945: Peristiwa Rengasdengklok berlangsung.
  • Malam 16–17 Agustus 1945: Naskah proklamasi dirumuskan di rumah Laksamana Tadashi Maeda.
  • 17 Agustus 1945: Soekarno membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Urutan tersebut membantu kita memahami proses menuju proklamasi. Jika urutannya tertukar, hubungan antara peristiwa dan latar belakangnya dapat menjadi keliru.

Periodisasi: Membagi Sejarah ke dalam Babak

Periodisasi adalah pembagian perjalanan sejarah ke dalam beberapa periode berdasarkan ciri atau pertimbangan tertentu. Tujuannya agar rentang sejarah yang panjang lebih mudah dipelajari.

Sebagai contoh, sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa masa, seperti masa Hindu-Buddha, masa kerajaan Islam, masa kolonial, masa pergerakan nasional, dan masa kemerdekaan. Pembagian tersebut membantu kita mengenali karakteristik umum setiap periode.

Namun, batas periodisasi tidak selalu mutlak. Sejarawan dapat menggunakan pembagian yang berbeda sesuai tema dan tujuan kajiannya. Perubahan dalam masyarakat juga tidak selalu berlangsung serentak ketika satu periode berakhir dan periode berikutnya dimulai.

Diakronik: Menelusuri Peristiwa dari Masa ke Masa

Diakronik merupakan cara berpikir sejarah yang menelusuri suatu peristiwa atau persoalan dalam rentang waktu tertentu. Pendekatan ini menekankan proses, urutan, serta perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu, dengan ruang kajian yang relatif terbatas.

Contohnya, kita dapat mengkaji proses menuju Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, mulai dari menyerahnya Jepang, peristiwa Rengasdengklok, perumusan naskah, hingga pembacaan proklamasi.

Melalui pendekatan diakronik, kita tidak hanya mengetahui bahwa proklamasi terjadi pada 17 Agustus 1945, tetapi juga memahami bagaimana berbagai peristiwa sebelumnya membentuk proses menuju kemerdekaan.

Sinkronik: Mengkaji Berbagai Aspek dalam Satu Masa

Sinkronik adalah cara berpikir yang mengkaji suatu keadaan sejarah dalam kurun waktu tertentu dengan memperhatikan berbagai aspek kehidupan. Jika diakronik menekankan proses sepanjang waktu, sinkronik memperluas perhatian pada kondisi dalam satu masa.

Contohnya, kita dapat mengkaji keadaan Indonesia sekitar Agustus 1945 melalui beberapa aspek sekaligus: situasi politik setelah Jepang menyerah, kondisi sosial masyarakat, keadaan ekonomi pada akhir pendudukan Jepang, serta perbedaan pandangan antara golongan muda dan golongan tua mengenai pelaksanaan proklamasi.

Pendekatan ini membantu kita memahami konteks suatu peristiwa secara lebih luas. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa Proklamasi tidak berlangsung dalam ruang hampa, tetapi di tengah situasi politik dan sosial yang kompleks.

Bagaimana Membedakan Keempat Konsep Ini?

Gunakan satu tema yang sama, yaitu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

  • Kronologi: mengurutkan kejadian berdasarkan tanggal dan waktunya.
  • Periodisasi: membagi perjalanan sejarah Indonesia ke dalam babak-babak tertentu.
  • Diakronik: menelusuri proses menuju proklamasi dari satu peristiwa ke peristiwa berikutnya.
  • Sinkronik: mengkaji kondisi politik, sosial, dan ekonomi Indonesia pada sekitar waktu proklamasi.

Keempat konsep ini dapat digunakan secara saling melengkapi. Kronologi membantu menyusun urutan, periodisasi mengatur rentang sejarah, diakronik menjelaskan proses dari masa ke masa, sedangkan sinkronik memperdalam pemahaman terhadap berbagai aspek kehidupan dalam suatu kurun waktu.

Referensi

 

Posting Komentar